Senin, 15 Desember 2014

Ayah, ajar dan sandarkan aku.


Yah, tau kenapa aku berbalik ?
Yah, tau kenapa aku merunduk ?
Banyak yang aku belum paham untuk setiap kata yang aku lontarkan
Apa iya kesimpulan selalu muncul dalam satu kali bertatap?
Apa iya kesempatan berubah baik dihadang persepsi negatif?
Apa iya sikap mendasar selalu menyakitkan?
Coba  beri satu jawaban yang menenangkan, yah.
Kehidupan yang aku lalui kadang selalu mempermainkan dan seolah menertawakan aku
Apa iya manis berucap belum tentu manis pikiran?
Kenapa hanya aku yang menganggap baik di setiap sisi kehidupan?
Kenapa hanya aku yang merasa semua akan baik-baik saja?
Kenapa yang menenangkan justru yang paling kuat menentang?
Aku coba mengumpulkan setiap persepsi dari sisi baik buruknya. Tapi aku tak ahli menemukan.
Ayah.. coba berbalik sebentar dan sandarkan aku di bahu yang kelak akan bisa menggantikan mu.

-bertuah, ramadhani




                                                                                                                                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar